INTRINSIC REWARD SYSTEM UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KINERJA KARYAWAN
ALFAMART
Sistem pengendalian manajemen untuk
diterapkan oleh setiap perusahaan dengan segala jenis bisnis. Sistem pengendalian
manajemen membantu manajemen dalam mewujudkan visi, misi, strategi dan tujuan
perusahaan. Selain itu, sistem pengendalian manajemen menjadi alat manajemen
untuk dapat memberikan pengaruh kepada karyawan agar bertindak positif guna
pencapaian tujuan perusahaan. Karyawan akan kooperatif apabila manajemen dapat
mengembangkan dan mengelola karyawan dengan tepat, sehingga pengendalian
manajemen dapat berjalan sesuai harapan.
Salah satu cara untuk menerapkan
manajemen dalam sebuah bisnis dengan menerapkan intrinsic reward system, di mana intrinsic reward system adalah perusahaan memberikan otoritas
kepada karyawan untuk membuat keputusan sendiri yang dianggap penting dalam
pencapaian target perusahaan, sehingga karyawan merasa dihargai keputusannya
dalam pembuatan strategi. Intrinsic reward
system antara lain meliputi pemberian
kesempatan pada pekerja untuk menyelesaikan suatu tugas dan mencapai tujuan
tertentu, memberikan otonomi yang akan memungkinkan pekerja melakukan tindakan
bebas terbaik dalam situasi tertentu dan kesempatan bertumbuh misalnya dengan
memperluas kemampuan dan keterampilan.
Pada umumnya perusahaan memberi reward dalam bentuk gaji, uang,
tunjangan, dsb yang disebut dengan ekstrinsic
reward. Hal ini juga berlaku pada pusat perbelanjaan yang tidak asing
didengar yaitu alfamart. Pada perusahaan tersebut, karyawan diberi gaji sesuai
dengan porsinya dan ada bonus-bonus tertentu pada karyawan yang berprestasi, di
mana bonus tersebut dalam bentuk materill. Dampak dari reward yang seperti ini
adalah karyawan merasa hasil kerjanya hanya dihargai sesuai dengan kemauan
pimpinan atau aturan perusahaan. Akibatnya karyawan bekerja tidak maksimal dan
bertindak tidak sesuai aturan, seperti yang terjadi di alfamart yang dilakukan
oleh karyawannya. Karyawan selalu menanyakan “apakah uang kembalian Rp 100,-
atau Rp 200,- ingin didonasikan ?”. Jika pembeli mengatakan “Ya” maka, karyawan
tersebut langsung memotong uang kembalian tersebut. Namun, yang menjadi
masalah, uang yang didonasikan tidak tertera di bill yang diterima. Dari kasus di atas, maka reward yang cocok
untuk karyawan alfamart tidak hanya dalam bentuk gaji tambahan atau sejenisnya,
yang sudah menjadi ketetapan perusahaan. Namun, mereka juga membutuhkan sebuah
reward yang mengikutsertakan mereka dalam pemberiannya. Hal ini membuat
karyawan merasa bertanggung jawab, unggul, berpartisipasi dan rasa mengontrol
perusahaan sendiri.
Berdasarkan pemaparan di atas, intrinsic reward system adalah cara yang
tepat untuk meningkatkan kinerja karyawan Alfamart. Di mana reward ini lebih mengutamakan
keikutsertaan karyawan dalam pengambilan keputusan.
Adapun reward yang dapat dilakukan untuk karyawan Alfamart dalam hal intrinsic,
adalah sebagai berikut :
1. Menanyakan
kepada karyawan setiap bulannya reward yang cocok bagi karyawan yang berprestasi dalam bekerja.
2. Mengadakan musyawarah bulanan jika perusahaan
mengalami kemunduran
3. Mempertahankan karyawan agar
tetap bekerja dengan baik
4. Memotivasi karyawan untuk
mencapai prestasi tinggi.
5. Membuat jabatan baru sebagai
pemotivasi semua karyawan. Motivasi dapat dilakukan dengan menyebarkan sms
motivasi atau broadcast motivasi
Dari penjelasan di atas, dapat
disimpulkan bahwa interinsic reward
system dapat menjadikan karyawan lebih berkualitas, baik secara skill
maupun secara etika.
DAFTAR PUSTAKA
Moeljono, Djokosantoso. 2003. Budaya Korporat dan Kuunggulan Koporasi. Ele
Media Komputindo. Jakarta
Csikszentmihalyi, Mihaly. 2003. GOOD BUSINESS,
BISNIS SEBAGAI JALAN KEBAHAGIAAN. Mizan Pustaka. Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar