Seleksi adalah proses pemilihan dari sekelompok pelamar, orang atau orang-orang yang paling memenuhi kriteria seleksi untuk posisi yang tersedia berdasarkan kondisi yang ada pada saat ini yang dilakukan pleh perusahaan (1). Tujuan dilaksanakan proses seleksi adalah untuk mendapatkan “The Right Man In The Right Place”. Didalam proses seleksi perusahaan harus mendapatkan tenaga kerja yang tepat di dalam posisi yang tepat pula(2).
Hal-hal yang mendasari proses seleksi :
a) Analisis jabatan yang meliputi uraian pekerjaan, spesifikasi individu dan standard tampilan kerja pada setiap posisi.
b) Perencanaan SDM meliputi identifikasi lowongan, identifikasi pegawai yang dapat dipromosikan/ditransfer, dan metode rekrutmen untuk sumber daya eksternal.
c) Rekrutmen, akan memungkinkan terkumpulnya berkas lamaran yang diseleksi.
Beberapa kualifikasi yang menjadi dasar bagi pelaksanaan seleksi diberbagai perusahaan menurut Malayu S.P Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, 2001(3) adalah sebagai berikut:
1. Keahlian.
2. Kesehatan Fisik
3. Pendidikkan.
4. Umur.
5. Kerja Sama. Kerja
6. Kejujuran.
7. Inisiatif dan Kreatif. Kedisiplinan..
Melalui proses seleksi dilakukan pemilihan atau pencocokan untuk mengurangi kemungkinan perusahaan menerima pegawai yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pencocokan tersebut dilakukan dengan membandingkan kualifikasi yang dimiliki calon pegawai (man specification) dengan persyaratan yang harus dipenuhi untuk suatu pekerjaan (job specification).
Secara garis besar, proses seleksi berlangsung sesuai dengan tahapan-tahaan sebagai berikut:
1. Seleksi atas surat lamaran.
a) menyisihkan lamaran yang tidak memenuhi kriteria.
b) membandingkan pelamar.
c) menggunakan kesan kepribadian yang tertulis pada surat lamaran.
2. Wawancara awal.
Dalam tahap ini calon diwawancarai oleh pegawai/staf dibagian sumberdaya manusia, untuk mendapatkan gambaran umum tentang kesesuaian calon dengan pekerjaan yang ia lamar.
3. Penilaian akhir.
Pada tahap ini hasil-hasil dari tahapan sebelumnya dinilai secara keseluruhan untuk sampai diambil keputusan akhir calon mana yang akan diterima atau ditolak. Para calon tenaga kerja yang diterima kemudian diminta untuk dites kesehatan secara umum.
4. Pemberitahuan dan wawancara akhir.
Hasil penilaian pada tahap penilaian akhir diberitahukan kepada para calon.Wawancara akhir dilakukan dengan para calon tenaga kerja yang diterima.
5. Penerimaan.
Dalam tahap ini para calon tenaga kerja mendapat surat keputusan diterima bekerja pada perusahaan dengan berbagai persyaratan pekerjaan. Adakalanya tenaga kerja diminta untuk menandatangani sebuah kontrak kerja. (2) .
Seperti perusahaan-perusahaan lain pada umumnya, PTPN X juga melakukan seleksi untuk mendapatkan karyawan baru. Adapun tahan seleksinya adalah sebagai berikut:
Pertama, Seleksi Administrasi
Kedua, Tes Intelegensi dan Tes Aptitude
Tes intelegensi ini ditujukan untuk mengukur tingkat intelegensi calon pegawai baru, di mana jika anda ingin lolos pada tahapan tes intelegensi ini minimal IQ anda harus sedikit di atas rata-rata.
Ketiga, Tes Akademis dan Tes Bahasa Inggris
Tes akademis ini tentunya adalah untuk mengukur tingkat kemampuan calon pegawai sesuai dengan bidangnya, di mana soal-soal yang akan muncul dalam tes akademis ini merupakan materi-materi sesuai dengan bidang pendidikan.
Keempat, Tes Psikotes dan Diskusi Kelompok
Tes psikotes ditujukkan untuk mengukur tingkat kepribadian anda dan potensi yang tersimpan di dalam diri para peserta. Sementara mengenai diskusi kelompok demikian ditujukan untuk melihat sejauh mana tingkat kerja sama calon pegawai secara tim.
Kelima, Tes Kesehatan
Keenam, Wawancara(4).
Daftar Pustaka
(1) Simamora, Henry. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : STIE-YKPN.
(2) Nitisemito. 1996. Manajemen Personalia. Yogyakarta : BPFE
(3) Hasibuan, Malayu .2001.Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara
(4) https://mayaratih91.wordpress.com/2014/05/12/makalah-seleksi-karyawan/
(5) http://mobiltangki.com/tahapan-seleksi-penerimaan-pegawai-bumn-ptpn-x/
Jumat, 16 Oktober 2015
Analisis Pekerjaan Supervisor Pada PT. Chandra ELC di Sidoarjo
1) Memperoleh tenaga kerja pada posisi yang tepat,
2) Memberikan kepuasan pada diri tenaga kerja,
3) Menciptakan iklim dan kondisi kerja yang kondusif (5).
Seperti perusahaan-perusahaan lain pada umumnya, PT. Chandra ELC juga menerapkan desain dan analisa pekerjaan. Perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan barang-barang elektronik ini juga menerapkan analisa dan desain pekerjaan untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawannya, salah satunya pada bagian supervisor. Adapun aspek- aspek yang dianalisa meliputi tugas, wewenang, tanggung jawab, tujuan jabatan, keahlian yang dibutuhkan, pendidikan yang dimiliki dan kemampuan dasar yang harus dimiliki. Dari hasil desain pekerjaan supervisor, untuk topik tugas, wewenang, tanggung jawab dan tujuan termasuk dalam kelompok deskripsi pekerjaan. Berikut merupakan tugas supervisor, yaitu membuat laporan penjualan tiap bulan dan mengevaluasi hasil kerja bawahannya, mengorder barang, membuat price tag barang baru, briefing pegawai, mengontrol kebersihan barang display, mengurus keluhan konsumen, training pegawai, bertemu dengan distributor dan melaporkan kinerja pegawai kepada direktur. Wewenang supervisor yaitu menguasai dan mengendalikan kinerja bawahannya, dan mengevaluasi kinerja bawahannya. Tanggung jawab supervisor, adalah menjaga kestabilan ketersedian barang disuplai ditoko agar SPM atau SPG dapat menunjang target yang dibebankan, mengatasi keluhan konsumen dan memastikan setiap pegawai terlibat dalam deskripsi pekerjaannya. Tujuan supervisor, adalah mengkoordinasikan barang untuk disuplai dari gudang ke toko, menjaga kestabilitas toko agar selalu kondusif dan memaksimalkan penjualan perusahaan dan melaporkan hasil penjualan SPG atau SPM.
Untuk topik keahlian yang dibutuhkan, pendidikan dan kemampuan dasar termasuk dalam golongan spesifikasi pekerjaan. Berikut merupakan keahlian yang dibutuhkan supervisor, yaitu mampu berkomunikasi dengan baik, cekatan dalam segala hal menyangkut kegiatan toko, bisa memimpin bawahannya, dan giat bekerja. Pendidikan yang dibutuhkan supervisor, adalah Diploma atau S1(Sarjana). Kemampuan dasar yang harus dimiliki supervisor, yaitu komunikasi, angka, analitikal dan hubungan dengan orang lain.
Daftar Pustaka
(1) http://manajemena2011.blogspot.co.id/2013/04/desain-pekerjaan.html
(2) http://hiddengrazz.blogspot.co.id/2012/04/pengertian-desain-pekerjaan-pendahuluan.html
(3) Simamora, Henry. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III. Yogyakarta: STIE YKPN.
(4)Dessler, Gary . Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Bahasa Indonesia. 1997. Jakarta: Prenhallindo.
(5) Sastrohadiwiryo, Siswanto. 2002. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara
Langganan:
Postingan (Atom)